Agenda Tanggal dan Kelebihan Puasa Arafah

Agenda Tanggal dan Kelebihan Puasa Arafah

Agenda Tanggal dan Kelebihan Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilakukan satu hari saat sebelum Hari Raya Idul Adha. Puasa ini diberi nama Arafah karena bersamaan dengan peristiwa wukuf di Arafah yang sudah dilakukan oleh jamaah haji.

Lalu, puasa Arafah dilakukan di tanggal berapakah?

Puasa sunnah Arafah benar-benar disarankan untuk umat Islam. Saran itu seperti yang diterangkan pada sebuah hadits kisah Muslim.

D ikutip dari situs Nahdlatul Ulama Online, Rasulullah SAW bersabda dalam kisah Muslim:

Maknanya: Puasa hari Arafah bisa hapus dosa 2 tahun yang sudah lantas dan akan tiba, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) hapus dosa satu tahun lalu.” (HR Muslim).

Oleh karena itu, kaum muslim seharusnya manfaatkan peluang itu secara baik. Nach, berikut tanggal penerapan untuk puasa Arafah.

Puasa Arafah Dilakukan pada Tanggal Berapakah?

Puasa Arafah dilakukan di tanggal 9 Zulhijah atau satu hari saat sebelum Hari Raya Idul Adha. Hingga untuk ketahui kapan penerapan puasa Arafah, harus dipahami lebih dulu kapan penentuan tanggal 1 Zulhijjah.

Bila mengarah pada kalender Hijriah Indonesia 2024 yang diatur oleh Kementerian Agama RI, 1 Zulhijah jatuh di tanggal 8 Juni 2024. Dengan begitu, tanggal 9 Zulhijjah atau puasa Arafah dilakukan di tanggal 16 Juni 2024.

Tetapi, penentuan untuk agenda puasa Arafah di Indonesia tetap menanti hasil sidang isbat untuk penentuan 1 Zulhijjah 1445 H yang sekalian memutuskan tanggal Hari Raya Idul Adha 2024. Sidang isbat ini umumnya dilaksanakan sehari saat sebelum prediksi awalnya bulan Zulhijjah.

Dalam pada itu, tanggal 1 Zulhijah telah diputuskan berdasar amanat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2024. Dalam amanat itu, diputuskan tanggal 1 Zulhijah jatuh pada 8 Juni 2024. Hingga, untuk masyarakat Muhammadiyah telah ditegaskan puasa Arafah dilakukan di tanggal 16 Juni 2024.

Niat Puasa Arafah

Umat mulim yang ingin melakukan puasa Arafah disarankan untuk mengeja niat puasa sunnah Arafah pada malam harinya. Masih dari situs NU Online, berikut lafal niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta’âlâ.
Maknanya: Saya punya niat puasa sunnah Arafah keesokan hari karena Allah SWT.

Seorang yang ingin lakukan puasa Arafah tetapi tidak sebelumnya sempat mengeja niat saat malam harinya, dibolehkan untuknya untuk mengeja niat waktu itu . Ini karena kewajiban mengeja niat saat malam hari hanya untuk puasa yang diharuskan.

Untuk puasa sunnah, seorang bisa mengeja tujuannya pada siang hari sepanjang belum lakukan beberapa hal yang menggagalkan puasa, seperti minum atau makan, dimulai dari waktu subuh sampai matahari tenggelam atau waktu Zuhur.

Berikut lafal niat puasa sunnah Arafah pada siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta’âlâ.
Maknanya: Saya punya niat puasa sunnah Arafah ini hari karena Allah SWT.” Wallahu a’lam.

Tata Langkah Penerapan Puasa Arafah

Tata langkah penerapan puasa Arafah sebetulnya sama dengan puasa umumnya. Bedanya cuma berada di tanggal realisasinya dan niat yang diucap.

Di mana tiap muslim yang jalankan puasa Arafah seperti puasa wajib umumnya, yakni diawali semenjak fajar sampai matahari tenggelam. Dalam waktu itu, mereka yang berpuasa dilarang lakukan beberapa hal yang bisa menggagalkan puasa.

Kelebihan Puasa Arafah

D ikutip dari situs MUI Digital, pada sebuah hadits diriwayatkan jika puasa sunnah Arafah bisa hapus dosa untuk yang menjalankannya. Hal tersebut dikatakan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu as-Syekh Al-Ishfahani dan Ibnu an-Najar seperti berikut:

صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين

Maknanya: Puasa hari Tarwiyah bisa hapus dosa satu tahun. Puasa hari Arafah bisa hapus dosa 2 tahun. (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnu an-Najar).

Disamping itu, dalam hadits yang tidak sama disebutkan jika puasa Arafah sanggup hapus dosa-dosa yang sudah dilakukan dalam setahun awalnya dan setahun mendatang.

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

Maknanya: Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) bisa menghapuskan dosa satu tahun lalu dan satu tahun akan tiba. (HR Muslim).

Tersebut agenda untuk penerapan puasa Arafah komplet dengan niat sampai kelebihannya. Mudah-mudahan berguna ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top