Niat Puasa Mengganti Ramadan di Bulan Rajab dan di Hari Kamis Kata Ustaz Abdul Somad

Niat Puasa Mengganti Ramadan di Bulan Rajab dan di Hari Kamis Kata Ustaz Abdul Somad Rozib.com - Berikut niat puasa mengganti Ramadan di Bulan Rajab dan pada hari Kamis kata Ustaz Abdul Somad.

Niat Puasa Mengganti Ramadan di Bulan Rajab dan di Hari Kamis Kata Ustaz Abdul Somad

Rozib.com – Berikut niat puasa mengganti Ramadan di Bulan Rajab dan pada hari Kamis kata Ustaz Abdul Somad.

Ramadan 2024 sesaat lagi. Apa kamu telah bayar hutang puasa Ramadan tahun kemarin dan awalnya?

Bila belum, masih tetap ada peluang untuk kamu untuk melakukan puasa mengganti Ramadan pada bulan Rajab.

Sekarang masih 3 Rajab 1445 Hijiriah. Itu maknanya masih tetap ada sekian hari di depan, termasuk bulan Sya’ban, saat sebelum hadirnya Ramadan 1445 Hijriah.

Saat-saat ini bisa kamu gunakan untuk menukar puasa Ramadan. Apalagi pada bulan Rajab dan Syaban, ada puasa sunnah yang disarankan Nabi Muhammad SAW.

Adapun hukum menyatukan niat puasa mengganti Ramadan atau puasa qadha dengan puasa Rajab, dibolehkan, dan tidak kurangi pahala ke-2 puasa ini.

Lantas bagaimanakah tujuannya bila ingin menyatukan dua puasa itu?

Diketahui, puasa Ramadan termasuk puasa wajib. Itu bermakna menukar puasa Ramadan yang ditinggal hukumnya wajib. Sementara puasa Rajab, termasuk puasa sunnah.

Demikian dengan puasa Senin Kamis, hukumnya sunnah.

Dengan demikian, bila ingin menyatukan puasa qadha dan puasa sunnah, lebih diprioritaskan untuk membaca niat puasa qadha lebih dulu.

Saat telah punya niat puasa qadha, walaupun tidak diniatkan puasa sunnah, karena itu yang melakukannya automatis memperoleh pahala puasa sunnah.

Penceramah Ustaz Abdul Somad atau juga dikenal dengan UAS, sesuatu saat ditanyakan seorang jamaah, bagaimana niat puasa qadha (puasa mengganti pada bulan Ramadan) di bulan Rajab, dan dilaksanakan pada Kamis.

Lantas bagaimanakah jawaban UAS?

Ustaz Abdul Somad cuma membaca satu niat, yaitu niat meng-qadha puasa.

“Nawaitu Shouma Ghodin ‘an qadaa’in fardho ramadhoona lillahi ta’alaa. Resmi. Lantas sunnahnya? Automatis dapat,” kata Ustaz Abdul Somad dalam khotbahnya di kanal YouTube, property of FSRMM TV.

Dia memberikan lagi penegasan masalah ini.

“Jika qadha-nya hari Kamis, qadha-nya dapat, puasa Kamis dapat, puasa Rajabnya dapat. Tetapi tujuannya qadha,” katanya.

Sementara bila cuma punya niat untuk puasa Kamis, UAS menjelaskan, yang melakukannya tidak mendapatkan puasa qadha.

Dengan demikian, bila cuma punya niat untuk puasa Rajab, puasa penggantinya tidak bisa.

“Tetapi jika tujuannya qadha, dapat puasa Kamis, dapat puasa sunnah Rajab,” tegas Ustaz Abdul Somad kembali.

Berikut lafal niat puasa qadha bulan Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Ghodin ‘an qadaa’in fardho ramadhoona lillahi ta’alaa

Maknanya :

“Saya niat puasa keesokan hari karena menukar fardhu Ramadan karena Allah Ta’ala”.

Berikut niat puasa Rajab

Ini lafal niat puasa Rajab

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Maknanya: “Saya punya niat puasa Rajab, sunnah karena Allah Ta’ala”.

Berikut niat puasa Senin Kamis

Ini lafal niat puasa Senin:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Lafal latin: Nawaitu sauma gadin fi yaumil-isnaini sunnatal lillahi ta’ala.

Maknanya: Saya punya niat puasa di hari Senin sunnah karena Allah Ta’ala.

Ini lafal niat puasa Kamis:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي يَوْمِ الْحَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Lafal latin: Nawaitu sauma gadin fi yaumil-khamisi sunnatan lillahi ta’ala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top